Input Data
Pengguna mengisi data manual atau mengunggah file CSV berisi data kesehatan dan gaya hidup.
Analisis data gangguan tidur berdasarkan faktor kesehatan, gaya hidup, dan hasil prediksi model machine learning.
SleepDisorder Predict menggunakan algoritma Machine Learning untuk membantu menganalisis kemungkinan kondisi gangguan tidur berdasarkan data kesehatan dan gaya hidup pengguna. Sistem mengklasifikasikan hasil ke dalam tiga kategori utama, yaitu None atau Normal, Insomnia, dan Sleep Apnea.
Data kesehatan dan gaya hidup diproses untuk menghasilkan prediksi awal.
Data tersimpan di database sistem.
KNN, SVM, dan Decision Tree.
Diperoleh oleh model KNN dan SVM.
Normal, Insomnia, dan Sleep Apnea.
Proses prediksi dilakukan secara bertahap, mulai dari input data pengguna, pengolahan data, pemilihan model, hingga sistem menampilkan hasil prediksi dan rekomendasi awal.
Pengguna mengisi data manual atau mengunggah file CSV berisi data kesehatan dan gaya hidup.
Data diproses agar sesuai dengan format yang dibutuhkan oleh model machine learning.
Sistem menggunakan KNN, SVM, atau Decision Tree untuk melakukan klasifikasi gangguan tidur.
Output prediksi ditampilkan dalam kategori Normal, Insomnia, atau Sleep Apnea.
Sistem menampilkan rekomendasi awal dan menyimpan hasil ke riwayat selama server berjalan.
Dataset yang digunakan berisi data terkait kesehatan tidur dan gaya hidup, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, durasi tidur, kualitas tidur, aktivitas fisik, tingkat stres, kategori BMI, tekanan darah, detak jantung, jumlah langkah harian, dan label gangguan tidur.
Data ini digunakan sebagai dasar pelatihan model untuk mengenali pola yang berkaitan dengan kondisi tidur pengguna. Hasil prediksi yang diberikan sistem bersifat prediksi awal, bukan diagnosis medis.
Lihat Dataset di KaggleRingkasan performa model machine learning yang digunakan dalam sistem prediksi gangguan tidur. KNN dan SVM menjadi model dengan akurasi tertinggi.
KNN & SVM
Model berbasis kemiripan data yang mampu memberikan performa tinggi pada proses klasifikasi gangguan tidur.
Model berbasis aturan yang lebih mudah dijelaskan dan cocok untuk memahami pola keputusan klasifikasi.
Model klasifikasi yang kuat dalam memisahkan kelas data dan menghasilkan akurasi terbaik bersama KNN.
Grafik berikut menampilkan distribusi data dari database berdasarkan tingkat stres, aktivitas fisik, dan kualitas tidur.
1–3 rendah, 4–6 sedang, 7–10 tinggi.
Rendah, normal, dan tinggi berdasarkan data aktivitas.
1–3 buruk, 4–6 cukup, 7–10 baik.
Grafik menampilkan distribusi faktor kesehatan dalam bentuk persentase. Semakin tinggi nilai pada kategori tertentu, semakin banyak data yang berada pada kelompok tersebut.
Menunjukkan banyaknya data pada stres rendah, sedang, dan tinggi.
Menunjukkan distribusi aktivitas fisik pengguna dalam dataset.
Menunjukkan kategori kualitas tidur buruk, cukup, dan baik.
Kondisi tidur berada dalam kategori normal dan tidak menunjukkan indikasi gangguan tidur berdasarkan pola data yang dianalisis.
Kondisi yang berkaitan dengan kesulitan tidur, kualitas tidur rendah, atau pola tidur yang kurang optimal.
Kondisi gangguan tidur yang berkaitan dengan gangguan pernapasan saat tidur dan dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Masukkan data secara manual atau unggah file CSV untuk mendapatkan hasil prediksi gangguan tidur.